Selasa, 23 April 2013

PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM INDIA ATAU PAKISTAN


MAKALAH
PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM
(Pembaharuan di India dan Pakistan)
(Gerakan Mujahidin, Sekolah Deoband, serta Sayyid A. Khan dan Gerakan Alighar)






Di susun oleh :
1.   Rozali                     (11210164)
2.   Siti Habibah            (11210176)

Dosen Pembimbing:
Amrullah, S.Si. M.Pd.I

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
RADEN FATAH
PALEMBANG
2013

KATA PENGANTAR
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

          Alhamdulillah puji syukur senantiasa kita pannjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat yang banyak sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah yang sederhana tersebut.
            Shalawat dan salam selalu kita curahkan kepada baginda Muhammad SAW, yang tekah mengajarkan kepada kita umat manusia Etika-etika keislaman seperti mana yang kita rasakan ini, yang selalu kita harapkan syafaatnya di yaumul kiamah nantinya, amin.
            Kami selaku pemakalah ingin mengucapkan terimakasih kepada bapak dosen yang telah memberikan bimbingan dorongan arahan nasehat yang baik berguna bagi kami dan kelancaran makalah yang sederhana ini, kemudian kepada teman-teman juga kami sampaikan terimakasi atas sumbangan moril pendapatnya yang dapat melengkapi makalah ini sehingga nantinya menjadi panduan kita bersama.
            Kami selaku makalah mengucapkan permohonan maaf jikalau dalam penulisan atau tutur kata penulisan tidak sesuai dengan kebenarannya kami mintak maaf, sekiranya kami manusia yang tak luput dari hilaf dan dosa.
            Kepada para pembaca harapan kami menerima kritikan yang membangun agar nantinya pada giliranya kami dapat memperbaiki makalah yang kami selesaikan pada saat ini, kemudian kritikan yang demikian kami harapkan guna memperbaiki makalah agar menjadi lebih baik dan sempurna. Terimakasih


                                                                   Palembang,  april 2013
                                                Penulis,





DAFTAR ISI

v  Kata Pengantar………………………………………………………i
v  Daftar Isi……………………………………………………………..ii
v  Pembahasan …………………………………………………………1
A.    Latar Belakang Pembaharuan Di India atau Pakistan
B.     Gerakan Mujahidin
C.     Sekolah Deoband
D.    Sayid Ahmad Khan
E.     Gerakan Alighar
v  Kesimpulan ………………………………………………………….17
v  Daftar Pustaka……………………………………………………….18





PEMBAHASAN
A.    LATAR BELAKANG TIMBULNYA PEMBAHARUAN ISLAM DI INDIA ATAU PAKISTAN.
Perkembangan kesadaran keagamaan umat Islam di dunia tidak bisa dilepaskan dari munculnya gerakan pembaruan pemikiran sejak abad ke-19 lalu. Dimana gerakan pembaharuan ini dilatarbelakangi oleh kemunduran dunia Islam pada abad ke 10, kemudian tenggelam berabad-abad lamanya. Faktor yang menjadi penyebab utama kemunduran dunia Islam adalah mundurnya spirit yang menimpa kaum muslimin yang ditampilkan dalam bentuk khurafat, umat Islam tidak lagi menggunakan pikirannya sebagaimana para pemikir-pemikir sebelumnya melakukan ijtihad, untuk menggali sumber yang asli kepada Al-Qur’an  dan Hadist Nabi, praktek bermazhab dan bid’ah telah subur. Setelah berabad-abad lamanya masa kemunduran islam, muncullah gerakan pemikiran yang dikumandangkan oleh pelopor-pelopor pembaharuan.
Istilah gerakan yang disebut pembaharuan ini memberi arah dan perspektif keagamaan yang relatif berbeda dari pusat-pusat peradaban Islam di Timur Tengah.  Diantara beberapa negara yang melakukan gerakan pembaharuan adalah India dan Pakistan. Dimana keduanya memiliki keterkaitan sejarah, bahkan merupakan satu kesatuan dalam sejarahnya. Negara ini termasuk negara yang besar, luas daerahnya maupun kebudayaan dan peradabannya, akhirnya menjadi suram dan bahkan hancur dengan kedatangan orang-orang kulit putih.
Antara lain yang menjadi latar belakang pembaharuan Islam di India atau Pakistan:
a)      Ajaran Islam sudah bercampur baur dengan paham dan praktek keagamaan dari Persia, Hindu atau Animisme.
b)      Pintu ijtihad tertutup.
c)       Kemajuan kebudayaan dan peradaban Barat telah dapat dirasakan oleh orang-orang India, baik orang Hindu maupun kaum Muslimin, namun orang Hindu-lah yang banyak menyerap peradaban Barat, sehingga orang Hindu lebih maju dari orang Islam dan lebih banyak dapat bekerja di Kantor Inggris.
d)     Kesemenah-menahan Pemerintahan Inggris.
e)      Kekacauan Kepemimpinan Munghal dan para Amirnya.
f)       Terjadinya keributan antara Islam dan Hindu.
Tokoh-tokoh Pembaharuan di India atau Pakistan beserta ajarannya:
a.      Abdul Azis (1746-1823)
Salah seorang murid Waliyullah yang meneruskan perjuangannya ialah Abdul Aziz, lahir di Delhi pada tahun 1746 M, dan wafat pada tahun 1823 M. Dalam usaha untuk mengangkat harkat orang-orang Islam itulah maka Abdul Aziz berusaha dengan pokok-pokok pikirannya :
Kemunduran umat Islam itu disebabkan masuknya ajaran Persia dan animisme yang membaur dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu ajaran Islam dalam hal ini Tauhid harus dititik beratkan pada :
1.      Pintu ijtihad harus selalu terbuka
2.      Roh wali tidak mempunyai kekuatan dan tidak dapat menolong orang dari kesulitan dan kesengsaraan.
3.      Sunnah yang dapat diterima hanyalah sunnah Nabi dan yang timbul di zaman Khulafaurrasyidin.
Untuk kemajuan umat islam mendatang, maka kaum muslimin hars belajar dan pandai berbahasa Inggris.
b.      Sayid Ahmad Syahid (1786-1831)
Salah seorang dari murid Syah Abdul Aziz, yang kemudian berpengaruh dalam gerakan melaksanakan ajaran-ajaran Imam Waliyullah adalah Sayid Ahmad Syahid yang terkenal juga dengan nama Sayid Ahmad Barelvi. Ia lahir pada tahun 1786 di Rae Bareli, suatu tempat yang terletak dekat Locnow. Pendidikannya khusus dalam bidang agama dimulai dari kota kelahirannya, kemudian melanjutkan ke Delhi, dan di sinilah ia menjadi salah seorang murid Abdul Aziz.
Usaha pemurnian dan pembersihan dalam Tauhid diarahkan kepada:
1.      Menyembah kepada Allah dilakukan secara langsung, bukan dengan perantara dan tanpa upacara yang berlebih-lebihan.
2.      Kepada semua makhluk tidak boleh disifatkan dengan sifat Tuhan, Malaikat, Roh wali dan lain-lain sama lemahnya dengan manusia ia tidak dapat memberikan pertolongan dalam mengatasi segala kesulitan.
3.      Kebiasaan membaca tahlil dan menghiasi kuburan adalah bid’ah yang menyesatkan yang harus dijauhi, sedangkan sunnah yang diterima hanyalah sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin.

c.       Sayid Ahmad Khan (1817-1898)
Sayid Ahmad Khan lahir pada tahun 1817 Masehi keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW, dari pihak Husein. Neneknya adalah seorang pembesar istana di zaman Alamghir II (1754-1759). Pendidikan yang ia tempuh melalui pendidikan tradisional dalam pengetahuan agama dan disamping bahasa Arab ia juga belajar bahasa
Menurut pemikiran Sayid Ahmad Khan kemajuan ummat Islam bukan cara memusuhi Inggris dan bekerja sama dengan Hindu, tetapi harus dekat dengan orang-orang Inggris, karena kamajuan Islam tidak terlepas dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern banyak dihasilkan oleh orang-orang Inggris.
Penafsiran dan interpretasi yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima oleh golongan terpelajar (Islam) dibandi dari hasil penafsiran yang lama atau sebelumnya.
Pada tahun 1859, tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk meningkatkan kehidupan umat di bidang intelektual, politik dan ekonomi melalui pendidikan. Sarana ini efektif untuk mengubah sikap mental masyarakat. Karena perannya ini, Ahmad Khan melihat bahwa umat Islam India mundur karena mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Peradaban klasik telah hilang dan celah timbul peradaban baru di Barat. Dasar peradaban baru ini adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang menjadi sebab utama bagi kemajuan dan kekuatan orang Barat.
Kendati Ahmad Khan sendiri dididik dalam sekolah tradisional, ide-ide pendidikan yang dilontarkannya bercorak modern, yaitu berupa sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang mengajarkan sains tanpa melupakan pengajaran agama dan institusi-institusi lainnya. Begitu besar perhatian Ahmad Khan di bidang pendidikan ini sehingga Baljon, seorang Prancis menyebutnya sebagai pembaharu pendidikan dan peletak dasar modernisme Islam di India. Penafsiran dan interpretasi yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima oleh golongan terpelajar (Islam) dibandi dari hasil penafsiran yang lama atau sebelumnya.
Pemikirannya dalam keagamaan itu antara lain :
1.      Perkawinan menganut asas monogami, poligami bertentangan dengan semangat Islam dan hal ini tidak akan diizinkan kecuali dalam keadaan memaksa.
2.      Islam dengan tegas melarang perbudakan, termasuk perbudakan dari tawanan perang, meskipun syariat memperkanankannya.
3.      Bank Modern, transaksi perdagangan, pinjaman serta perdagangan internasional yang meliputi ekonomi modern, meskipun semua itu mencakup pembayaran bunga, tidaklah dianggap riba, karena hal itu tidak bertentangan dengan hukum Al-Qur’an.
4.      Hukum potong tangan yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah bagi pencuri, lemparan batu serta cambukan 100 kali bagi pezina hanya sesuai dengan masyarakat primitif yang kekurangan tempat penjara atau tidak mempunyai penjara.
5.      Jihad itu dilarang kecuali dalam keadaan memaksa untuk mempertahankan diri.
d.      Syeh Ahmad Sirhindi
Ia lahir pada awal pemerintahan Raja Akbar. Pendidikannya lewat pengajian-pengajian dari orang-orang sholeh yang ada pada masanya seperti syekh baqi billah. Dan ia satu-satunya ulama yang tampil menghadapi kekuasaan penjajahan mongol. Di samping itu ia berjuang keras menentang segala bentuk kemunkaran, ia juga berupaya:
1.      Membersihkan tasawuf dari hal-hal yang menyesatkan dan mengembalikan pada tasawuf yang benar.
2.      Mengikis taqlid buta dan tradisi jahiliyah dan melalui system pembaitan. Beliau menggerakkan mereka untuk kembali kepada syariat islam.
e.       Imam Waliyullah
Beliau adalah kutb Al-din anak dari seorang ulama yang disegani dan sangat menguasai dalam bidang keagamaan, maka diberi gelar waliyullah sedangkan nama yang diberikan orang tuanya adalah Abdurrahman.
Menurut beliau kemunduran umat islam disebabkan 4 faktor:
1.      Ditukarnya system kekhalifahan dengan system kerajaan absolute
2.      Bercampurnya ajaran islam dengan adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran islam
3.      Terjadinya perpecahan di kalangan umat islam sendiri
4.      Adanya taqlid kepada penafsiran-penafsiran yang dibuat berabad-abad sebelumnya.
Pada masa dekade ini, muncullah para pembaharuan Islam yang akan menjadi langkah awal umat Islam, dalam kedudukan di bawah Raja Inggris.
v  Pembaharuan Islam kemudian di motori oleh dua kelompok:
Reformis Ulama dan kaum Modernis:
1.      Reformis Ulama
Pembaharuan yang diakukan oleh syekh Waliyullah adalah pemurnian akidah. Menurutnya Islam mengalami kemunduran karena Aqidah umat Islam telah terkontaminasi oleh ajaran-ajaran Hinduisme sehingga pemurnian Aqidak umat Islam sangat diperlukan. Ajaran Waliyullah tentang teologi dialektis, sebagai gerakan pemurnian Aqidah terangkum dalam kitab Hujjah Balighah dan pembaharuan yang lain, adalah penolakan taklid dan mengajarkan semangat ijtihad.
Gerakan ijtihad ini diyakini oleh Taufik Adnan Amal sebagai basis kokoh pada periode pra-Modern, untuk perkembangan gerakan pembaharuan selanjutnya, di India. Di samping itu, ia menerjemahkan Al-Qur’an kedalam bahasa Persia meskipun waktu itu dianggap tabu dengantujuan agar bisa dipahami oleh seluruh umat islam di India.
Estafet gerakan pembaharuan selanjutnya diwarisi oleh putranya, Abdul Aziz (1746-1823), tetapi idenya yang sangat adalah ide politiknya tentang Negara India, menurutnya Inddia bukan lagi Darul Islam, melainkan Darul hard karena telah jatuh ketangan kafir. Umat Islam jika dihadapkan pada terminology Darul Hard,harus mengambil dua sikap: meninggalkan Darul Hard (Hijrah) atau memerangi Darul Hard.
Penerus Abdul Aziz, Syid Ahmad Barlewi (1786-1831), mengambil sikap yang kedua. Ia sangat terpengaruh dengan ide ini yang akhirnya mengubah gerakan pembaharuan menjadi gerakan Jihad yang diberi nama Mujahidin. Gerakan mujahidin berusaha mengembalikan daerah-daerah yuang telah melepaskan diri menjadi kerajaan kecil seperti suku sikh, bahkan orang-orang sikh pernah menguasai daerah muslim selama seabad, (18-19) seiring dengan melemahnya kerajaan Mughal,kearah inilah peperangan pertama kali diarahkan. Akan tetapi karena pasukan Mujahidin lemah akhirnya pasukan islam kalah dan Sayid Ahmad Barlewi tewas pada tahun 1831, meskipun dalam pertempuran sebelumnya pasukan Mujahidin menang, di Akori,sampai berhasil menguasai Pesyawar (Afganistan) sekarang. Setelah peristiwa itu Sahid Ahmad Barlewi diberi gelar Syahid, dan namanya berubah menjadi SahidAhmad Syahid.
Setelah Sayid Ahmad Syahid meninggal, pasukan mujahidin pecah menjadi dua golongan. Satu golongan menyatakan berhenti dari jihad dan mengadakan perjuangan melalui pendidikan, dengan alasan keadaan pasukan tidak mungkun lagi melanjutkan jihad, segolongan lagi meneruskan jihad dibawah pimpinan Maulavi Inayat Ali (w. 1852) dan MaulaviWilayat Ali (w.1958) setelah keduanya meninggal perjuangan dilanjutkan oleh Maulavi Abdullah (w.1902).
Kehadiran Inggris keindia tidak saja merugikan orang Islam, tetapi juga merugikan orang Hindu. Orang Hindu yang masuk menjadi tentara Inggris diperlakukan tidak adil dan diskriminatif, yang meskipun mendapat pendidikan yang sama, orang Hindu tetap berada di bawah orang Inggris dalam hal jabatan, ditambah lagi para pangeran dan tuan tanah Hindu merasa terancam oleh keberadaan Inggris.
Oleh sebab itu pasukan Islam dan pasukan Hindu bertugas di kerajaan Inggris memberontak terhadap kerajaan Inggris di meerut pada 10 mei 1857 M, tetapi akhirnya mereka dapat dikalahkan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama pemberontakan (Mutiny) Sipahi, atau perang kemerdekaan pertama.
Peristiwa ini telah membawa dua konsekuensi. Pertama, umat Islam menjadi lebih konsentrasi pada pendidikan dengan mengembangkan Madrasah Deoband menjadi Universitas Islam Darul Islam Deoband. Kedua,India yang dulu diperintah perusahaan dagang India Timur (EIC) setelah peristiwa itu, India diperintahkanoleh The Royal Britanian, Kerajaan Inggris Raya.
*      Universitas Darul Ulum Deoband
Setelah Sayid Ahmad Syahid meninggal dunia pada 1831, seperti dikemukakan diatas pasukan Mujahidin terpecah menjadi dua golongan, Pertama, menyatakan diri berhenti dari mujahidin, yang ke Dua, tetap melanjutkan Jihad. Akan tetapi, setelah mereka mengalami kekalahan pada peristiwa sipahi tahun 1857, merekapun bergabung membenahi perguruan Deoband, sebagai lapangan perjuangan mereka. Universitas Darul ulum Deoband, sebelumnya hanya madrasah kecil, yang didirikan oleh Muhammad Qasim Nanantawi dan Muhammad Ishaq, seorang cucu Syekh Abdul aziz. Di bawah pimpinannya inilah medrasah kecil berubah menjadi Universitas Islam terkenal di India.
Universitas ini membawa misi pembaharuan Syekh Waliyullah dan perjuangan Sayid Amhad Syahid. Misi inilah yang dijadikan pedoman oleh Universitas Deoband. Misi yang diutamakan adalah pemurnian tauhid umat Islam dari paham yang salah yang di bawa oleh tarekat dan keyakinan Animisme lama. Selain itu, pemurnian praktik keagamaan mereka dari segala macam bid'ah.
  
2.      Pembaharuan kaum Modernis
Gerakan yang dilakukan oleh kaum Modernis meskipun lamban dalam merespon kemunduran Mughal, mempunyai arti penting dalam proses pembaharuan Islam di India.
Jika para ulama Reformis melakukan pembaharuan dengan pemurnian Akidah terlebih dahulu, sedangkan kaum Modernis ingin mengubah sikap mental umat Islam di India yang Statis dan Jumud.
Sayid Ahmad Khan (1718-1898), sang lokomotif pembaharuan merupakan orang pertama yang menghendaki pembaharuan sikap mental dari umat Islam di India. Untuk memulai pembaharuan dari Al-Quran dan penafsiran kontekstualnya, tidak mau terbelenggu oleh otoritas hadist, apalagi Fiqh. Semuanya diukur dengan rasional, akibatnya ia menolak semua hal yang bertentangan dengan logika dan hukum alam. Pertama dia hanya mau mengambil Al-Quran sebagai penentu dalam Islam, sedangkan yang lainnya adalah membantu dan kurang begitu penting. Dengan itu dia menolak hadist yang berisi perkembangan moralitas pada masa itu hingga timbul mazhab Fiqh. Dia mulai sama sekali dari Al-Quran yang ditafsirkan dengan relevansinya atas masyarakat baru pada zamanya. Dengan cara berfikir seperti itu ia secara otomatis menolak otoritas lama (Taklid).
Dengan demikian Agama yang dipahami oleh Sayid Ahmed Khan adalah pemahaman yang sebelumnya disesuaikan dengan kemajuan, khususnya dengan kebudayaan Inggris pada abad ke-19 dengan ilmu, moralitas liberal, humanism, dan rasionalisme ilmiahnya. Pemikiranya banyak di publikasikan dalam majalah Tahzibul Akhlaq  dan pandangan relijiusnya sebagian dapat dilihat dalam bukunya Essasys on the Life Muhammed. Selain melaui tulisan dalam menyebarkan ide pembaharuan ia mendirikan lembaga pendidikan Mohammaden Anglo-Oriental College (MAOC), yang diubah menjadi Universitas Islam Alighar, dalam upaya mengubah sikap mentakl umat Islam di India.
Syahid AmirA;li (1849-1929) adalah seorang pembaharu yang menekankan pada kesesuaian Islam dengan kemajuan Modern. Isu pembaharuan yang ia kembangkan bertujuan untuk membangkitkan umat Islam diatas semangat kejayaan kejayaan umat Islam pada periode klasik. Ia mengajak umat Islam untuk meninjau sejarah masa lalunya sebagai bukti bahwa islam tidak bertentangan dengan kemjuan zaman dan tidak menyebabkan kemunduran.menurutnya, Nabi Muhammad SAW, sangat menghargai akal sedangkan ulama sekarang (zamannya) mengharamka akal, dan ilmu pengetahuan memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Umat Islam pun seharusnya menganut paham mu'tazilah buakn Asy' Ariyah.
Dalam membuktikan pembaharuan yang dikembangkanya, ia mengemukakan kronologi historis perkembangan, zaman khalifah Rasyidah, sampai zaman Abbasiyah, sebagai masa keemasan umat Islam dalam ilmu pengetahuan. Kemajuan ini menurut Amir Ali, disebabkan mereka menganut paham Mu'tazilah, terutama elit pemerintahannya yang berfikir rasional, yang kemudian merefleksikan pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, yang berpihak pada kemajuan umat. Akan tetapi, setelah Al-Mutawakkil, kemajuan ilmu penggetahuan memundur seiring dengan munculnya teologi baru Asy'ariyah.
Akhirnya umat Islam mengalami kemunduran yang sangat, karena ide-idenya yang banyak menonjolkan kejayaan Islam, Akir Ali di cap sebagai orang Apologis, seorang yang memuja dan rindu masa lalu. Amir ali menyimpulkan ide-idenya dengan menyatakan, "kalau kamu sedang maju sssekarang, kami juga pernah maju pada masa lampau." Bukannya yang amat terkenal dan telah melambung namanya adalah The Spirit Of Islam dan Short history Of The Saracens.
Muhammad Iqbal adalah seorang filosofi dan penyair, Syairnya menjadi hebat karena filsafatnya, filsafatnya menja dihebat karena syairnya. Iqbal yang merupakan murid Thomas Arnold sangat berpengaruh dalam menentukan arah perjuangan umat Islam India. Ide-idenya tentang pembaharuan dan politik pengantar umat Islam India menjadi suatu bangsa yang lepas dari baying-bayang India, yakni Pakistan. Meskipun ia seorang penyair dan filusuf, pemikirannya mengenai kemajuan dan kemunduran umat Islam sangat berpengaruh pada gerakan pembaharuan Islam.
Islam menurut Iqbal mengajarkan dinamisme. Al-quran senantiasa mengajarkan pemakaian akal terhadap tanda-tanda alam seperti matahari, bulan, pertukaran malam dan siang, dan sebagainya. Orang yang tidak peduli untuk memerhatikan gejala ala mini kan buta terhadap masa depan. konsepIslam mengenai ilmu adalah dinamis dan senantiasa berkembang. Pengantian kemajuan bangsa dan kemundurannya dibuat oleh tuhan. Islam mempertahankan konsep dinamisme dan mengakui adanya pergerakan dan perubahan ialah Ijtihad. Ijtihad menurutnya mempunyai kedudukan penting dalam pembaharuan Islam.
Paham dinamismenya inilah yang membuat Iqbal dikenakal dan mendapat kedudukan penting dalam pembaharuan di India. Dalam syair-syairnya iqbal mendorong umat Islam untuk bergerak dan tidak tinggal diam. Inti sari hidup adalah bergerak sedangkan hokum hidup adalah menciptakan. Iqbal menyerukan kepada umat Islam agar bangun dan menciptakan dunia baru. Paham dinamismenya ia simpulkan dalam kata-kata sederhananya, "Kafir yang aktif lebih baik dari pada Muslim yang suka tidur".


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar